Peringatan HAN 2026, Pemkab Mojokerto Salurkan Beasiswa Rp421,7 Juta dan Luncurkan Dua Buku Literasi Anak

Diskominfo Kabupaten Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pendidikan (Dindik) memanfaatkan momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia sejak usia dini. Melalui Gebyar HAN 2026, Pemkab Mojokerto menyalurkan beasiswa senilai Rp421.725.000 kepada 250 siswa berprestasi jenjang SD dan SMP, sekaligus meluncurkan dua buku literasi anak, Satata Bahasa Jawa dan Rahasia Buah Maja, di GDS Surya Kencana Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Selasa (28/7) pagi.
Beasiswa tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada peserta didik yang berhasil meraih prestasi akademik sekaligus menjadi motivasi agar terus semangat belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Dari total penerima, 174 siswa jenjang SD menerima beasiswa senilai Rp203.625.000, sedangkan 76 siswa jenjang SMP memperoleh beasiswa sebesar Rp218.100.000.
Pada kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto juga meluncurkan buku Satata Bahasa Jawa dan Rahasia Buah Maja. Kehadiran dua buku tersebut diharapkan menjadi media pembelajaran yang mampu menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa, budaya, dan sejarah lokal sejak usia dini, sekaligus memperkuat budaya literasi sebagai bagian dari identitas Bumi Majapahit.
Ketua Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen dalam memenuhi hak-hak anak melalui pendidikan yang berkualitas.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Hana itu, setiap anak lahir dengan potensi, keunggulan, dan cita-cita yang harus didukung bersama. Karena itu, sinergi antara orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Hari Anak bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan perhatian dan pendampingan terbaik bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya.
Ning Hana menambahkan, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia dini.
"Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka investasi terbaik adalah pada anak-anak kita. Pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-citanya," tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, tenaga pendidik, organisasi mitra PAUD, serta berbagai pihak yang selama ini berperan mendampingi tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, peluncuran buku Satata Bahasa Jawa dan Rahasia Buah Maja menjadi bukti nyata inovasi para pendidik dalam memperkuat budaya literasi sekaligus mengenalkan bahasa, budaya, dan sejarah lokal kepada generasi muda.
"Saya berharap peluncuran buku ini menjadi awal lahirnya lebih banyak karya dari para guru di Kabupaten Mojokerto. Pemerintah Kabupaten Mojokerto siap mendukung semangat para pendidik untuk terus berkarya, sehingga setiap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga melahirkan karya-karya literasi yang produktif dan inspiratif bagi dunia pendidikan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, mengatakan pemberian beasiswa merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada peserta didik yang telah menunjukkan prestasi akademik sekaligus motivasi agar mereka terus bersemangat belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Pada hari ini Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menyerahkan beasiswa kepada siswa berprestasi. Pemberian beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi dan motivasi agar anak-anak terus bersemangat belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki," ujarnya.
Rangkaian Gebyar HAN 2026 digelar selama dua hari, yakni 28–29 Juli 2026. Selain penyerahan beasiswa dan peluncuran buku literasi pada hari pertama, kegiatan juga diisi dengan berbagai penampilan seni, kreativitas, dan bakat peserta didik sebagai wadah pengembangan karakter, minat, dan potensi anak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa serta Konsul Jenderal Australia untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang mengikuti acara secara virtual. Hadir pula Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mojokerto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP2KBP2, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Sooko, keluarga besar Penerbit Erlangga, Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Mojokerto, serta para kepala sekolah, guru, dan peserta didik.
Melalui rangkaian Gebyar HAN 2026, Pemkab Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, memperkuat budaya literasi, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, berprestasi, dan berkarya. (Dhn)

