Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Yonif TP Gunungsari, Nilai Sangat Strategis untuk Pengembangan Satuan Baru

Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin meninjau lokasi rencana pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Kamis (4/6) pagi. Dalam peninjauan tersebut, Pangdam menilai lokasi yang akan dibangun sebagai markas batalyon baru itu sangat strategis dan memenuhi berbagai aspek kelayakan untuk mendukung pengembangan satuan militer.
Yonif TP Gunungsari akan dibangun di atas lahan milik Perhutani KPH Mojokerto seluas 55,58 hektare yang berstatus Kawasan Hutan Tidak Produktif (KHTP). Sebelum ditetapkan di Desa Gunungsari, lokasi pembangunan sempat direncanakan berada di Kecamatan Jatirejo dan Mojoanyar. Namun setelah melalui berbagai kajian dan pertimbangan, lokasi di Kecamatan Dawarblandong akhirnya dipilih sebagai tempat pembangunan batalyon baru tersebut.
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan, lokasi tersebut memiliki nilai strategis yang tinggi, baik dari sisi pertahanan maupun pengembangan wilayah.
"Lokasi ini sangat premium dan bagus. Secara geospasial juga cukup bagus. Jarak ke kampung sekitar 200 meter. Saya sudah tinjau dan setujui lokasi ini," ungkap Rudy.
Ia menargetkan pembangunan tahap pertama (Termin I) dapat diselesaikan pada pertengahan Juli 2026. Pada tahap awal tersebut, sejumlah fasilitas utama harus sudah berdiri, meliputi empat unit barak konvensional, dapur, garasi alat berat, empat unit rumah dinas tipe 45, serta satu unit rumah dinas tipe 70.
Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk menyambut kedatangan gelombang pertama pasukan yang dijadwalkan tiba sekitar 26 Juli 2026 dengan kekuatan sekitar 600 personel prajurit.
"Prajurit yang akan datang sekitar tanggal 26 Juli nanti kurang lebih 600 orang," ujarnya.
Lebih lanjut, Pangdam menjelaskan bahwa pembangunan Yonif TP Gunungsari merupakan bagian dari program pembangunan batalyon teritorial nasional tahap keempat. Pada tahap ini, terdapat 17 batalyon yang dibangun di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya, program serupa telah direalisasikan di sejumlah wilayah Jawa Timur, seperti Bangkalan, Probolinggo, Bojonegoro, Lamongan, Tulungagung, Sumenep, Pacitan, dan Nganjuk.
"Pembangunan TP Yonif Gunungsari ini masuk tahap 4. Pada tahap keempat ini ada 17 batalyon yang dibangun dan salah satunya berada di Mojokerto," jelasnya.
Menurut Pangdam Rudy, keberadaan Yonif TP di berbagai daerah terbukti memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat sekitar. Selain memperkuat sistem pertahanan negara, kehadiran satuan baru juga mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui tumbuhnya berbagai sektor usaha masyarakat.
"Dari semua yang sudah beroperasi, dampaknya luar biasa bagi masyarakat sekitar. Ekonomi menjadi bagus dan menggeliat. UMKM berkembang, bisnis rumahan seperti laundry kiloan, cukur rambut, warung makan, hingga sektor pertanian semuanya berjalan," terangnya.
Sementara itu, Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo menjelaskan, penetapan Desa Gunungsari sebagai lokasi pembangunan Yonif TP merupakan hasil dari serangkaian kajian dan verifikasi yang dilakukan bersama tim Kementerian Pertahanan.
"Setelah dilakukan peninjauan dan evaluasi oleh tim Kementerian Pertahanan, lahan di Desa Gunungsari dinyatakan memenuhi syarat untuk pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan," ujar Dandim.
Menurut Abi, lokasi tersebut memiliki berbagai keunggulan yang mendukung pembangunan satuan baru, mulai dari kondisi lahan yang relatif datar, ketersediaan sumber air yang memadai, hingga aksesibilitas yang baik menuju wilayah Mojokerto, Gresik, dan Surabaya.
Dandim juga menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar terus dilakukan sejak tahap perencanaan. Hal ini penting mengingat lahan yang akan digunakan selama ini turut dimanfaatkan oleh warga dari Desa Gunungsari, Jatirowo, dan Dawarblandong.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat yang selama ini memanfaatkan lahan tersebut agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak," tambahnya.
Ke depan, kawasan Yonif TP Gunungsari akan dikembangkan menjadi kompleks militer terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari perumahan dinas prajurit, kantor markas batalyon, lapangan olahraga, kolam renang, lapangan tembak, lapangan halang rintang, hingga sarana ibadah.
Usai meninjau lokasi pembangunan Yonif TP di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Pangdam V/Brawijaya melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meninjau Jembatan Perintis Garuda yang berada di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam meninjau secara langsung kondisi jembatan beserta spesifikasi pembangunan yang telah dikerjakan. Jembatan Perintis Garuda merupakan salah satu infrastruktur penghubung yang dibangun untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga. Peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur yang dikerjakan berjalan sesuai perencanaan dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Dhn)
Website Resmi
Dinas komunikasi dan informatika
Kabupaten Mojokerto
Platform Terintegrasi untuk Akses Informasi dan Pelayanan Digital

Pusat Bantuan
Alamat
Tentang Kami
Struktur Organisasi

