Tekan Kriminalitas Jelang Lebaran 2023, Bupati Mojokerto Hadiri Pertemuan Peningkatan Keamanan Wilayah Jatim
Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghadiri pertemuan bersama peningkatan stabilitas keamanan wilayah Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Hal tersebut dilakukan, untuk menekan angka kriminalitas menjelang lebaran tahun 2023 serta dapat mewujudkan wilayah Jawa Timur yang kondusif.
Agenda yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu, juga turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, serta diikuti Bupati dan Walikota se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh jajaran Forkopimda tingkat provinsi maupun Kabupaten dan Kota untuk dapat menjaga keamanannya di wilayahnya masing-masing.
Khofifah juga berpesan agar seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder selalu berdoa agar Jawa Timur (Jatim) tetap dalam kondisi yang kondusif. Ia juga menilai, hal tersebut sangat tepat dilakukan, apalagi pada 10 hari terakhir ramadan.
"Karena ini malam ganjil, saya bersama Forkopimda berdoa kepada Allah agar Jawa Timur menjadi lebih baik, lebih makmur, semakin kondusif. Semoga Indonesia juga selalu diberikan keselamatan dan keberkahan oleh Allah SWT," ucapnya.
Sementara itu, untuk meningkatkan keamanan di wilayah Jatim, Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto akan memerintahkan jajarannya untuk menekan angka kriminalitas saat Lebaran Idul Fitri 2023 nanti. Ia juga menyebut bahwa kamtibmas di wilayah hukumnya kondusif, meski indeks kejahatan selama ramadan tercatat naik. Untuk itu saat lebaran nanti, dia berharap agar kejahatan itu tidak terjadi lagi.
Toni juga memaparkan bahwa kejahatan curat naik 2 persen. Pada Februari ada 516 kasus, Maret 524 kasus. Sedangkan curanmor naik 24 persen, dari 149 kasus pada Februari menjadi 185 kasus di Maret 2023.
Selain itu, judi naik 677 persen, dari 39 kasus pada Februari meningkat menjadi 303 kasus pada Maret. Kasus Narkoba naik 26 persen, yakni dari 377 kasus di bulan Februari menjadi 473 kasus pada bulan Maret. Sedangkan curah turun 9 persen, dari 46 kasus pada Bulan Februari menjadi 42 kasus pada bulan Maret.
"Secara indeks memang kasus cenderung naik. Tapi situasi kamtibmas kondusif," tegas Toni saat diwawancara usai acara.
Toni juga menaruh perhatian khusus pada kasus judi. Hal tersebut karena kasus judi naik hingga 677 persen selama ramadan. Ia menilai kenaikan itu sangat tajam.
"Kemudian kasus curat dan curanmor. Nah ini memang berpotensi latar belakang ekonomi juga ya. Mereka dari kebutuhan para pelaku kejahatan butuh untuk itu," bebernya.
Menurut Toni, Polda Jatim dan polres jajaran akan lebih ofensif untuk menekan angka kejahatan di wilayahnya. Terlebih sudah memasuki lebaran Idul Fitri. Dia tidak mau di tengah lebaran masih marak kejahatan.
"Kepolisian dengan TNI dan stakeholder yang lain kemudian bersama-sama melakukan pencegahan, supaya angka kejahatan tidak meningkat kembali," pungkasnya.
Polisi akan mengajak RT/RW mengaktifkan lagi pos kamling. Pos-pos ini dinilai dapat mencegah terjadinya tindak kriminalitas kejahatan di Jatim. Total ada 861 pos kamling baru yang sudah diluncurkan Forkopimda Jatim. (Prm;Foto:Ven/Ar)