Demo Image
Susiana, Sulap Blimbing Wuluh Jadi Kurma Lezat dan Kaya Khasiat

Susiana, Sulap Blimbing Wuluh Jadi Kurma Lezat dan Kaya Khasiat

Diskominfo Kabupaten Mojokerto – Masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 yang melanda Kabupaten Mojokerto sejak awal 2020 ini membuat semua orang dari segala kalangan berupaya memutar otak untuk menambah pundi-pundi rupiah. Selain itu, berbagai macam hal yang sebelumnya hampir tak tersentuh bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Seperti yang dilakukan Susiana, berawal dari melihat banyaknya buah belimbing wuluh yang berjatuhan di halaman rumah tetangganya kala itu, memunculkan inspirasi baginya untuk mencari khasiat dari buah itu sendiri.

Siapa sangka, buah yang terkenal asam itu berhasil menjadi camilan lezat, sehat dan memiliki nilai ekonomi tinggi di tangan Susiana. Ia mencoba membuat olahan berbahan dasar buah mungil berwarna hijau ini menjadi manisan mirip kurma yang akhirnya dijuluki kurma jawa.

"Saya tahu khasiatnya itu karena banyak mendengar dan membaca. Seperti bisa menguatkan tulang dan gigi, terus untuk batuk, pilek dan peradangan hingga demam, itu sudah terbukti. Terus menurunkan hipertensi, menetralisir gula darah, menetralisir kolesterol dan menurunkan berat badan, seperti itu," ungkapnya.

Untuk menjadikan buah yang memiliki nama latin averrhoa blimbi ini menjadi kurma jawa, ibu dua anak ini butuh waktu tiga hari jika cuaca sedang cerah dan mendukung. “Kalau cuacanya panas, bisa tiga hari. Kalau musim hujan bisa sampai enam hari. Karena kita juga masih pakai cara manual," ujarnya.

Pertama, usai bahan baku dikumpulkan dan dicuci bersih, selanjutnya belimbing wuluh diperam menggunakan parutan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kadar air pada belimbing wuluh. “Diperam pakai parutan, untuk membuat pori-pori pada belimbing, karena saya pernah mencoba, kalau diperas airnya habis, malah tidak jadi,” terangnya.

Proses selanjutnya, belimbing wuluh yang sudah diperam akan direndam menggunakan air apu atau air yang dicampur dengan kapur selama satu hari satu malam. Setelah itu, belimbing wuluh ditiriskan dan direndam menggunakan air garam. “Ini (air garam) untuk menetralisir kadar kapurnya. Setelah itu diangkat dan dicuci bersih menggunakan air mengalir,” imbuhnya.

Usai melalui proses pencucian dengan air mengalir, selanjutnya belimbing wuluh ditiriskan sehari semalam. Dan proses selanjutnya yakni merendam belimbing wuluh dengan air gula. Proses ini juga memakan waktu semalaman. "Selanjutnya direndam air gula semalam, kemudian ditiriskan lagi satu atau dua jam, baru kita jemur,” katanya.

Warga asal Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan, proses penjemuran ini adalah proses akhir sebelum dikemas. Setelah dijemur, belimbing wuluh yang telah berubah wujud menjadi kurma jawa ini didinginkan pada suhu ruangan normal selama satu hingga dua jam. Baru setelah itu bisa dikemas.

Untuk memasarkannya, Susiana telah menyiapkan dua kemasan, yakni kurma jawa dengan kemasan 250 gram dan 125 gram. “Kemasan 250 gram ini harganya 30 ribu, kalau yang 125 gram, 16 ribu,” tambahnya.

Tidak hanya membuat kurma jawa, air gula bekas rendaman belimbing wuluh ini pun dimanfaatkan Susiana untuk membuat produk lain, yakni berupa sirup belimbing wuluh yang dilabel 'Mubarok’ sama seperti merk yang dibubuhkannya ke kurma jawa.

“Air gula bekas rendamannya tadi saya olah lagi jadi sirup. Selain air rendaman, saya tambahkan juga belimbing wuluh yang kecil-kecil itu diblender. Jadi tidak terbuang sia-sia,” tandasnya.

Sirup belimbing wuluh ‘Mubarok’ dibanderol Rp 20 ribu untuk kemasan botol kapasitas 600 mililiter. Untuk penyajiannya, Susiana menganjurkan sirup ini ditambah dengan air. “Cara penyajiannya mudah, sirup tinggal dicampur dengan air, hangat nikmat, dingin lebih nikmat,” tegasnya.

Untuk kurma jawa sendiri, mampu bertahan selama satu tahun pada suhu ruangan. “Sudah kami coba, kalau kurma jawa ini masuk di kulkas malah tidak bisa bertahan lama, kerena kalau masuk kulkas kan lembab. Kalau yang sirup ini bisa bertahan empat sampai enam bulan,” tukasnya. 

Untuk pemasaran sendiri, kurma jawa ‘Mubarok’ sudah mempu merambah pasar luar kota. Bahkan, Susiana mengaku, kurma jawanya sudah berhasil terjual hingga Kota Batam, Kepulauan Riau. ”Saya jualnya biasanya via WhatsApp (WA) dan juga offline. Alhamdulillah pemesanan sudah sampai luar kota, kemarin dari Mojokerto sendiri, Surabaya, Malang, Gresik, dan sampai ke Batam,” kata perempuan yang akrab disapa Ana.

Ingin cicipi kurma jawa dan sirup belimbing wuluh ‘Mubarok’? Pemesanan bisa langsung melalui contact person Susiana di 085232056226. Pesanan pun akan dikirim hingga alamat tujuan dan siap dinikmati serta cocok untuk cemilan sehat di rumah. (Dhan/Khl/Ar).

@ Designed By Dinas Komunikasi & Informatika Kab. Mojokerto