Sinergitas Lintas Sektor, Gus Bupati Mojokerto Kembali "Sulap" Rumah Tidak Layak Huni
Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, kembali melakukan rekonstruksi pada Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Kali ini kegiatan "Bedah Rumah" Rutilahu itu dilaksanakan secara sinergi dengan menggandeng beberapa pihak lintas sektor seperti Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Mojokerto, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Majapahit, BPR Majatama, dan PLN Mojokerto.
Hunian yang menjadi sasaran rekonstruksi atau bedah rumah kini adalah kediaman Jamali, warga lansia asal Dusun Jatiombo Desa Centong, Kecamatan Gondang. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Bupati Mojokerto pada sesi arahannya, Rabu (11/2) siang.
"Alhamdulillah ini ada bantuan dari berbagai pihak, dari Baznas Kabupaten Mojokerto, Perumdam Majapahit, PLN, BPR Majatama, dan berbagai pihak lainnya, semuanya membantu untuk membangun kembali rumah yang layak huni untuk Pak Jamali," jelas figur yang kerap disapa Gus Bupati itu.
Tempat tinggal Jamali sendiri memang sudah tampak memprihatinkan. Rumah yang beberapa waktu terakhir ia tempati bersama istri dan seorang anaknya itu, berdindingkan papan triplek, dengan atap asbes tanpa lantai. Kendati demikian, ia tetap mendiami rumah yang tidak layak huni itu bersama istrinya yang menderita penyakit stroke.
Melihat kondisi tersebut, lantas membuat Gus Bupati mengarahkan para jajaran OPD Kabupaten Mojokerto untuk turut memberikan perhatian khusus kepada Jamali sekeluarga. Salah satunya ia menyarankan agar Jamali dan istrinya pergi berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan yang telah dijamin oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui program UHC 100%.
"Untuk kesehatan kita pastikan mulai besok beliau (bersama istri) bisa berobat secara gratis tanpa dipungut biaya apapun, bisa di Puskesmas bisa di RSUD dr. Soekandar Mojosari," imbaunya sembari meninjau progres rekonstruksi Rutilahu itu.
Di akhir sesi peninjauannya, Gus Bupati memperkirakan bahwa proses rekonstruksi pada Rutilahu akan rampung dalam kurun waktu dua minggu.
"Pembangunan (rekonstruksi) dua minggu selesai, insyaallah," tandasnya. (Bad;Foto:Mad/Ng)