Rapid Test On The Spot di Kawasan Wisata Pacet, Tiga Orang Reaktif
Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Dalam rangka menekan dan mendeteksi persebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelar rapid test on the spot. Lokasi pelaksanaan yang dipilih kali ini, yakni di kawasan wisata Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Dalam pelaksanaan kali ini, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada tim hunter dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang turut hadir mendukung pelaksanaan rapid test on the spot kali ini.
"Terima kasih Ibu Gubernur Jawa Timur, Dinkes Jawa Timur. Ini adalah upaya menekan persebaran virus corona. Kemarin kita bisa tahan tambahannya, terus kemarin juga ada tambahan yang lebih tinggi. Sekarang posisinya jumlah kasus positif Covid-19 ada 90 di Kabupaten Mojokerto," ungkapannya, Minggu (14/6) siang.
Mengingat saat ini sudah memasuki masa pemulihan ekonomi, lanjut Pungkasiadi, pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya tracing dan menekan agar tidak ada kasus Covid-19 baru di Kabupaten Mojokerto.
"Kita coba tracing semua, karena sekarang kita beranjak ke pemulihan ekonomi. Kita harus jaga kesehatan kita semua agar tidak sampai tertular virus corona," ujarnya.
Alasan dipilihnya lokasi pelaksanaan rapid test on the spot di kawasan wisata Kecamatan Pacet, kata Pungkasiadi, merupakan sesuai arahan dari pemerintah pusat bahwa ada tujuh sektor yang perlu diawasi dalam masa pemulihan ekonomi ini.
"Ini termasuuk arahan dari pusat, ada tujuh sektor, mulai dari perizinan, transportasi, pasar tradisional dan modern, hotel, restoran dan pariwisata. Ini harus kita awasi betul-betul," pungkasnya.
Hasil dari pelaksanaan rapid test on the spot di kawasan wisata Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Minggu, (14/6) siang disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto.
"Siang tadi pelaksanaan rapid test on the spot di kawasan wisata Kecamatan Pacet, ada 400 orang peserta rapid test, hasilnya, tiga orang reaktif," kata Ardi, Minggu (14/6) petang.
Ardi menambahkan, tiga orang yang didapati hasil rapid testnya reaktif itu adalah satu orang warga asal Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Mojokerto. "Satu orang asal Kabupaten Mojokerto yakni asal Kecamatan Gondang. Kemudian yang dua, yakni dari Kabupaten Jombang dan Kabupaten Pasuruan," tuturnya.
Menindaklanjuti hasil rapid test yang reaktif, tim hunter Dinkes Provinsi Jawa Timur akan melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Jombang untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.
"Kalau warga asal Kecamatan Gondang sudah ditangani Dinkes Kabupaten Mojokerto, warga tersebut disarankan untuk isolasi mandiri sambil menunggu rapid test selanjutnya. Jika memang nanti hasilnya tetap reaktif, akan dilakukan uji swab," pungkasnya. (Khl/Ar).