Demo Image
Pemkab Mojokerto Gelar Muhasabah Akhir Tahun, Bupati Albarra Ajak Warga Songsong 2026 Lebih Baik

Pemkab Mojokerto Gelar Muhasabah Akhir Tahun, Bupati Albarra Ajak Warga Songsong 2026 Lebih Baik

Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan kegiatan Muhasabah Akhir Tahun berupa sholawatan dan doa bersama untuk negeri di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Senin (29/12) malam. Acara ini dihadiri Bupati Mojokerto Muhammad Albarra, Wakil Bupati M. Rizal Octavian, jajaran Forkopimda, serta seluruh perangkat Pemkab Mojokerto.  

Asisten Kesra Setdakab Mojokerto, Tatang Mahendra, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Muhasabah Akhir Tahun ini merupakan momentum introspeksi sekaligus doa bersama menyongsong tahun baru 2026.  

“Muhasabah adalah introspeksi untuk melihat kekurangan lembaga agar dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Harapannya, tujuan bersama mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur dapat tercapai,” ujar Tatang.  

Ia menambahkan, tantangan besar yang dihadapi Pemkab Mojokerto saat ini adalah rencana pemindahan pusat pemerintahan dari wilayah Kota Mojokerto ke wilayah Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, hal tersebut membutuhkan kekompakan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat, serta dukungan doa bersama agar cita-cita tersebut dapat terwujud.  

Dasar pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 47 Tahun 2024 tentang APBD Tahun Anggaran 2025, serta dokumen pelaksanaan anggaran SKPD Bagian Kesra dan Bagian Umum Setdakab Mojokerto.  

Tujuan kegiatan meliputi:
- Memohon doa kepada Allah SWT agar Kabupaten Mojokerto semakin maju, adil, dan makmur.  
- Mengiringi ikhtiar pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto.  
- Memohon keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi masyarakat Mojokerto serta bangsa Indonesia di tahun 2026.  

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 300 undangan ini melibatkan unsur Forkopimda, perangkat daerah, BUMD, ormas keagamaan, kepala desa, serta LSM Kabupaten Mojokerto. Mauidhotul Hasanah dan doa dipimpin oleh KH. Melvin Zainul Asyiqin, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.  

Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menekankan pentingnya menghargai waktu dan menjadikan muhasabah sebagai momentum perbaikan diri.  

“Waktu adalah sesuatu yang berharga dan tidak bisa kembali. Rasulullah SAW bersabda, barang siapa yang tahun sekarang lebih baik dari tahun sebelumnya, maka dia adalah orang yang beruntung. Jika di tahun 2026 kita lebih baik dalam pelayanan, infrastruktur, pendidikan, sosial, budaya, dan kesehatan, maka kita adalah orang yang sukses,” ungkap Bupati Albarra.  

Beliau mengajak seluruh jajaran perangkat daerah dan masyarakat untuk menjadikan tahun 2026 sebagai tahun kebangkitan, dengan tekad membangun diri, keluarga, dan masyarakat melalui moralitas yang lebih baik.  

“Mari kita songsong tahun baru dengan menjadikan diri sebagai pribadi yang bermanfaat serta bertekad bangkit kembali membangun diri, warga, dan masyarakat dengan moralitas yang lebih baik,” ajaknya.  

“Perubahan memang tidak mudah, tetapi dengan niat yang kuat dan kesungguhan, kita mampu melakukan perubahan positif. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kemudahan bagi kita semua untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang sejahtera dan berkeadilan,” tutupnya.  

Kegiatan Muhasabah Akhir Tahun ini menjadi simbol kebersamaan dan doa kolektif masyarakat Mojokerto dalam menyongsong tahun baru 2026. Dengan semangat introspeksi dan doa bersama, diharapkan Kabupaten Mojokerto mampu menghadapi tantangan pembangunan, termasuk pemindahan pusat pemerintahan, serta terus melangkah menuju kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh warganya. (Prm;Foto:Dra;Ng)

@ Designed By Dinas Komunikasi & Informatika Kab. Mojokerto