PEMADAMAN KARHUTLA DI MOJOKERTO TERKENDALA MEDAN EKSTREM
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah RPH 07 Tahura R Soerjo, tepatnya di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto sempat menyulitkan tim pemadam karhutla. Pasalnya, medan ekstrem dengan kemiringan tanah mencapai 90 derajat membuat tim kesulitan menjangkau titik api.
"Tingkat kecuraman medannya antara 85 sampai 90 derajat, tim pemadam tidak memaksa masuk, karena cukup membahayakan keselamatan tim," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Mochammad Zaini, Selasa, (30/7/2019).
Zaini menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melangsungkan rapat koordinasi bersama steakholder terkait. "Siang ini kami adakan rapat koordinasi, nanti keputusannya akan kami sampaikan kembali," katanya, Selasa, (30/7/2019).
Untuk diketahui, kebakaran hutan yang terjadi di wilayah RPH 07 Tahura R Soerjo Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto terjadi sejak Senin, (29/7/2019) kemarin dan hingga kini masih belum padam. BPBD Kabupaten Mojokerto bersama dengan instansi terkait dan dibantu relawan hingga kini masih melakukan pemadaman.
Titik api awalnya muncul dari kawasan Tahura R Soerjo blok Sawahan, Prigen, Pasuruan dan meluas ke wilayah blok Patuk Wesi dan blok Kalijarak, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabaupaten Mojokerto.
"Sebenarnya kemarin sudah padam, tapi pagi ini tadi masih terlihat asap tebal, dimungkinkan terbakar lagi. Tim pemadam sejak pagi tadi sudah mulai menuju titik api dan berusaha melakukan pemadaman," tuturnya. (Khl/Ar)