Jembatan Bubak Diresmikan, Kabupaten Mojokerto Miliki Ikon Wisata Baru
Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Jembatan Bubak Kecamatan Gondang kini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa. Tak hanya diresmikan, jembatan yang menghubungkan Desa Gondang dan Desa Kebontunggul itu juga dinobatkan sebagai salah satu ikon wisata baru bagi Bumi Majapahit.
Semenjak rampung dibuat ulang pada tahun 2025 lalu, Jembatan Bubak ini telah menyedot cukup banyak perhatian masyarakat meskipun belum diresmikan. View pegunungan dan hamparan sawah yang asri, serta pencahayaan lampu warna-warni yang indah, menjadi daya pikat bagi warga. Tak jarang pula jembatan ini menjadi sarana wisata yang turut mengundang pelaku UMKM untuk berjualan di sekitar area.
Menanggapi hal positif tersebut, Gubernur Khofifah pada sesinya sebelum peresmian simbolik, menyatakan bahwa totalitas pada pembangunan ulang Jembatan Bubak adalah salah satu hal yang diinginkannya, karena selain sebagai sarana akomodasi, ia turut memproyeksikan agar jembatan itu mampu untuk menjadi salah satu cara dalam memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat.
"Itu konektivitas yang ingin kita bangun supaya kalau kita makmur, makmur bersama, kalau kita tumbuh kita tumbuh bersama, kalau kita sejahtera juga, kita sejahtera bersama," ucap Gubernur Jatim itu.
Sementara itu, Bupati Albarraa atau yang akrab dipanggil Gus Bupati itu, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Khofifah dan Pemprov Jatim atas diresmikannya Jembatan Bubak. Ucapan terima kasih tersebut diungkapkan karena pembangunan ulang jembatan merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Mojokerto, yang setidaknya menghabiskan dana sebesar 13 miliar 216 juta rupiah.
"Atas nama pemerintah Kabupaten Mojokerto kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Gubernur, karena di saat transfer ke daerah berkurang, nilai ini (13M+) sangat besar bagi kami, karena setara dengan pembangunan jalan (sepanjang) kurang lebih 10 km," ucap Gus Bupati pada peresmian yang digelar pada Kamis (19/2) malam itu.
Masih pada sesinya, Gus Bupati juga melaporkan bahwa pada tahun 2025 di triwulan pertama, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berhasil meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 6,05%. Persentase tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2024 yang berada pada 5,05%. Angka 6,05% yang berhasil diraih juga terbilang cukup tinggi mengingat persentase nasional dan provinsi Jawa Timur berada di posisi 5,11% dan 5,33%.
"Alhamdulillah Kabupaten Mojokerto pada triwulan 3 tahun 2025 pertumbuhan ekonomi kita 6,05%, diatas rata-rata nasional dan provinsi, naik 1% dari tahun sebelumnya (5,05% pada 2024)," terangnya.
Sebagai penutup, Gus Bupati menjabarkan bahwa tugas Pemkab Mojokerto untuk meningkatkan fasilitas publik masih panjang, termasuk pemindahan pusat kepemerintahan Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, ia berharap agar Pemprov Jatim mampu melakukan perbaikan pada jalan raya provinsi Mojosari-Pacet, yang dinilai cukup mendesak olehnya.
"Jalan Raya Mojosari-Pacet ini menjadi kewenangan provinsi, disitu kita akan memindahkan pusat pemerintahan kita, sehingga akses jalan ini juga sangat penting bagi kami," tandas Gus Bupati di Jembatan Bubak.
Tampak yang turut hadir pada acara peresmian tersebut yakni Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Octavian, Pendiri dan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Syaifudin Chalim, Bupati Mojokerto periode 2000-2008 Achmady, Jajaran OPD Pemprov Jatim, Forkopimda Kabupaten Mojokerto, serta Forkopimca Kecamatan Gondang. (Bad/Ng)