Imbas Lonjakan Harga BBM, Disperindag Gelar Operasi Pasar Murah
Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menggelar operasi pasar murah. Operasi pasar perdana itu menjual sedikitnya 1 ton beras IR 64 Medium kemasan 5 kilo seharga Rp 8.700 per kilo, yang dipesan secara online melalui aplikasi sinergi smart.
Dalam kesempatan ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah memantau secara langsung operasi pasar yang digelar di Pendopo kantor Kecamatan Mojosari, Selasa (13/9) pagi.
Program buah kerjasama dengan Bulog itu dalam rangka menstabilkan harga kebutuhan pokok, dan membantu masyarakat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari pasca kenaikan harga BBM. Kenaikan harga bahan bakar itu membuat komoditas beras seperti IR 64 medium di pasaran mengalami lonjakan mencapai Rp.10.500.
"Tentu ini kenaikan yang perlu diwaspadai karena beberapa waktu lalu sebelum kenaikan harga BBM itu, harga beras di kisaran Rp.9.300 - Rp.9.500. kenaikan yang lumayan agak tinggi ini perlu kita antisipasi melalui operasi pasar," terang Kepala Disperindag, Iwan Abdillah.
Iwan menyebut, terdapat 2 Skema operasi pasar yang dilakukan, yaitu menerapkan secara online melalui aplikasi sinergi smart dan pasar secara konvensional yang melibatkan semua pedagang pasar. Pedagang pasar yang berminat menjadi member Bulog diarahkan mendaftar program Rumah Pangan Kita (RPK), kemudian Bulog mengirim komoditas beras dengan harga tetap yaitu 8.700 per kilo.
"Nanti kita buat pakta integritas dengan pedagang untuk menjual dengan harga dibawah HET Rp.9.450. Jadi pedagang kita buat semacam surat pernyataan untuk menjual semisal di harga Rp.9.300 sehingga tetap terjangkau oleh masyarakat dan tidak naik seperti sekarang. Semoga dalam waktu dekat sudah mulai dijalankan," tandasnya.
Iwan juga menilai kegiatan operasi pasar murah secara online ini lebih efektif dan tepat sasaran. Hal ini didorong animo dan respon masyarakat yang sangat tinggi. Terbukti, sejak Disperindag melakukan promosi di medsos, dalam 1 hari pemesanan langsung penuh dari 114 kuota yang tersedia. "Jadi kita umumkan kamis, hari jumat siang sudah terpenuhi kuotanya," tambahnya.
Disperindag sendiri berencana menggelar operasi pasar 2 kali dalam seminggu. Iwan mengatakan, rencana operasi pasar tersebut selanjutnya akan diadakan di utara sungai.
"Nanti kita rapatkan, tentu tidak hanya beras tapi juga menjual komoditas yang lain ada minyak goreng dan gula. yang terpenting kita lihat hasil penjualannya ini, kalau bagus nanti kita gelar setiap minggu 2 kali atau minimal seminggu sekali kita akan keliling terus ke kecamatan-kecamatan," jelas iwan.
Dalam operasi pasar kali ini selain komoditas beras, juga terdapat komoditas lainnya seperti minyak goreng dijual seharga Rp.13.000 per liter, minyak goreng premium Rp.15.000 per liter, dan gula 13.000 per kilo.
"Saya kira ini masih murah karena dipasaran masih sekitar Rp.34.000 - Rp.35.000. Makannya nanti komoditas kita tambah lagi, tidak hanya beras medium. Dan masyarakat boleh membeli semua jenis tersebut," pungkasnya. (Dhn;Foto:Mki/Ar).