Bupati Mojokerto Tekankan Pelayanan Kesehatan Ramah dan Humanis, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas

Diskominfo Kabupaten Mojokerto – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, humanis, dan profesional dengan mengutamakan keselamatan serta hak pasien. Menurutnya, kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi tenaga medis, tetapi juga etika profesi dan kepedulian dalam melayani masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Gus Barraa saat memimpin Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus kegiatan pengabdian masyarakat, Sabtu (24/10) pagi, di halaman Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto.
Gus Barra menegaskan bahwa sikap, komunikasi, dan kedisiplinan merupakan bagian penting dari profesionalitas tenaga kesehatan. Ia meminta seluruh tenaga medis menjaga hubungan yang baik dengan pasien maupun sesama rekan kerja serta menjalankan tugas sesuai kompetensi dan kewenangan masing-masing.
“Dalam melayani masyarakat, biasakan budaya 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Berikan pelayanan yang ramah, humanis, dan profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan serta hak pasien,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar etika profesi senantiasa dijunjung tinggi, baik dalam memberikan layanan kepada pasien maupun dalam hubungan kerja sehari-hari.
“Jaga sikap, komunikasi, dan rasa hormat kepada sesama sejawat, pimpinan, serta seluruh rekan kerja. Laksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai kompetensi dan kewenangan profesi,” pesannya.
Menurut Gus Bupati, pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur. Masyarakat yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, bekerja, berkarya, dan meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, peningkatan akses dan mutu layanan perlu menjadi perhatian bersama.
“Upaya tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, organisasi profesi, tenaga medis dan tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dunia pendidikan, sektor swasta, serta masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan IDI terus diperkuat melalui program-program yang terencana dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain itu, Gus Barra mengajak IDI dan seluruh jajaran kesehatan untuk berperan aktif mendukung program prioritas nasional, mulai dari peningkatan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, pengendalian tuberkulosis, pencegahan penyakit tidak menular, hingga penguatan layanan kesehatan primer.
“Pastikan setiap program menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan memberikan hasil yang dapat dirasakan. Koordinasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan fasilitas pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat agar berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani secara tepat,” tegasnya.
Gus Barra juga mendorong para dokter dan tenaga kesehatan untuk terus mengembangkan inovasi, memperkuat koordinasi, serta terbuka terhadap perbaikan demi meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Momentum HUT ke-76 IDI yang mengusung tema “Sejawat Bergerak Mengabdi untuk Masyarakat” menjadi pengingat bahwa kompetensi dokter harus diwujudkan melalui kepedulian, tanggung jawab, dan pengabdian nyata.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-76 Ikatan Dokter Indonesia. Semoga IDI semakin solid, profesional, dan konsisten dalam menjaga kehormatan profesi dokter serta meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter dan tenaga kesehatan atas dedikasi mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat. Ia berharap semangat pengabdian tersebut terus diperkuat demi menghadirkan layanan yang berkualitas, ramah, dan mudah dijangkau, sehingga masyarakat Kabupaten Mojokerto semakin sehat, produktif, dan sejahtera. (Dhn)
