Bupati Mojokerto Tekankan Gerakan PKK Harus Terkoordinasi, Terintegrasi, dan Berbasis Data dalam Raker 2026
Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra menegaskan, gerakan PKK harus berjalan secara terkoordinasi, terintegrasi, dan berbasis data agar setiap program yang dilaksanakan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Gus Barra saat membuka Rapat Kerja (Raker) Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 pada Selasa (31/3) pagi, di Hotel Vanda Gardenia Trawas.
Kegiatan yang dihadiri kader PKK se Kabupaten Mojokerto ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus mengoptimalkan program pemberdayaan masyarakat berbasis data. Raker ini juga sekaligus menjadi momentum penting dalam menyelaraskan gerakan PKK dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Seluruh upaya tersebut hendaknya dilaksanakan secara terkoordinasi, terintegrasi, dan berbasis data, serta bersinergi dengan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya,” tegasnya.
Gus Barra juga menegaskan, Raker TP PKK mencerminkan semangat baru dalam membangun koordinasi dan kekompakan antara TP PKK di tingkat kabupaten hingga kecamatan. Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan seluruh program berjalan selaras dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Harapannya, terwujud komitmen yang kuat dalam koordinasi dan sinkronisasi untuk menyatukan gerakan PKK dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Mojokerto," ujarnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini menekankan, PKK sebagai mitra strategis pemerintah daerah harus mampu menjalankan perannya secara optimal, khususnya dalam menjawab berbagai isu prioritas pembangunan. Salah satu pendekatan utama yang ditekankan adalah pelaksanaan program yang terintegrasi dan berbasis data.
"Seluruh upaya tersebut hendaknya dilaksanakan secara terkoordinasi, terintegrasi, dan berbasis data, serta bersinergi dengan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya percepatan penurunan stunting, penanganan kemiskinan, serta peningkatan akses pendidikan. Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui pendampingan pada setiap tahapan kehidupan.
"Pendampingan ini harus dilakukan secara terpadu, tidak hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi gizi, pola asuh, sanitasi lingkungan, serta peningkatan kesadaran keluarga," jelasnya.
Selain itu, peran PKK dalam penanganan kemiskinan juga dinilai sangat penting, terutama melalui pendampingan keluarga secara tepat sasaran serta upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
"PKK diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga agar lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sosial ekonomi," imbuhnya.
Perhatian terhadap anak-anak juga tak luput dari sorotan Bupati Mojokerto. Ia menyebut anak yang tidak bersekolah juga menjadi bagian penting dalam gerakan PKK.
" Melalui pendekatan keluarga dan masyarakat, PKK diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sekaligus membantu menghubungkan anak-anak tersebut dengan layanan pendidikan yang tersedia," jelasnya.
Gus Barra juga mendorong optimalisasi peran masing-masing kelompok kerja (pokja), termasuk dalam penguatan program pemberdayaan perempuan.
"Program perempuan berkarya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta kemandirian ekonomi perempuan sehingga dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah," ujarnya.
Diakhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh jajaran TP PKK di semua tingkatan untuk terus berinovasi dan hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Ia berharap gerakan PKK semakin solid dan berdaya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mojokerto.
Sebelumnya, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarra, dalam laporannya menyampaikan, Raker kali ini membahas program kerja TP PKK Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 yang disusun secara sinergis dengan berbagai perangkat daerah terkait, di antaranya DPMD, DP2KBP2, Dinas Pangan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Arsip dan Perpustakaan, serta Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto.
"Kegiatan raker ini kami harapkan dapat berjalan lancar, membawa keberkahan dan motivasi, serta menjadi penguat dalam pelaksanaan program kerja PKK di tahun 2026. Terima kasih atas kerjasama, dedikasi, dan kerja keras seluruh pihak dalam menjalankan amanah. Gerakan PKK memiliki peran aktif dalam pemberdayaan keluarga, sehingga harus terus bersinergi dan saling melengkapi," tuturnya. (Dhn).