Bupati Mojokerto Salurkan Bantuan Pada 193 Korban Bencana Angin Puting Beliung
Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, menyalurkan bantuan kepada 193 warga Kecamatan Pungging yang terdampak bencana angin puting beliung, Kamis (5/2) siang. Bantuan yang disalurkan berupa satu paket bahan pangan/sembako, dan satu set peralatan kebersihan rumah untuk masing-masing penerima.
Gus Bupati, sapaan Bupati Muhammad Albarraa, menjabarkan bahwa para penerima bantuan tersebar pada tiga desa di Kecamatan Pungging, yaitu Desa Balongmasin, Desa Jabontunggal, dan Desa Tunggalpager. Selain itu, untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah juga akan diberikan bantuan berupa material atau bahan bangunan untuk renovasi.
"Sesuai laporan yang masuk, ada 193 rumah terdampak bencana angin puting beliung dengan rincian, (desa) Balongmasin 186, (desa) Jabontegal 2, dan (desa) Tunggalpager 5, ada juga yang sangat terdampak atau kerusakan bangunan parah sejumlah 5 rumah, ini nanti akan kita berikan bantuan material (bahan bangunan) agar dapat diperbaiki," jelas Gus Bupati saat ia menyalurkan bantuan secara simbolis di Kantor Desa Balongmasin.
Pada sesi sebelumnya, Kepala Desa Balongmasin Heri Bambang Suyanto, menyebut bahwa selain rumah warga, dua bangunan Sekolah Dasar dan Puskesmas pembantu (Pustu) di Desa Balongmasin turut terkena dampak dari bencana tersebut. Menanggapi laporan itu, Gus Bupati lantas mengimbau kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin yang hadir mendampinginya, untuk melaksanakan asesmen atau analisa pada ketiga fasilitas terdampak.
"Berkaitan dengan fasilitas SD Balongmasin 1, SD Balongmasin 2, dan Pustu, nanti diasesmen (analisa) lalu asesmennya disampaikan pada dinas terkait, untuk kemudian bisa dikeluarkan bantuan pada fasilitas yang juga terdampak angin puting beliung," imbaunya.
Perubahan cuaca ekstrem memang kerap mendera wilayah Kabupaten Mojokerto akhir-akhir ini, hal ini seperti rilisan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, yang memperkirakan sekaligus mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Jatim, setidaknya hingga 10 Februari 2026.
Mengingat hal tersebut, Gus Bupati juga turut mengingatkan kepada seluruh masyarakat Bumi Majapahit agar selalu waspada dan saling membantu apabila terjadi musibah yang menimpa.
"Kami mengimbau kepada panjenengan semua karena cuaca sekarang ini tidak bisa ditebak, maka harus diwaspadai bersama, saling membantu dan menjaga antara satu dan lainnya," tandasnya. (Bad;Foto:Mad/Ng)