Bupati Mojokerto Lepas Keberangkatan Tim Pengibar Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Penanggungan
Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati melepas keberangkatan tim oengibar bendera merah putih yang akan dikibarkan di puncak Gunung Penanggungan saat peringatan HUT Republik Indonesia ke-77. Pemberangkatan tersebut berlangsung di Pos Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (16/8) sore.
Dalam arahannya, Bupati Ikfina menjelaskan, geografis Gunung Penanggungan atau nama kuno Gunung Pawitra dengan ketinggian 1.653 MDPL ini adalah gunung berapi kerucut dalam kondisi istirahat yang berada di Jawa Timur, Indonesia. Dimana posisinya berada di perbatasan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto pada sisi barat dan Kabupaten Pasuruan pada sisi timur.
"Gunung Penanggungan dipandang sebagai gunung keramat, suci, dan merupakan jelmaan Mahameru, gunungnya para dewa. Hal tersebut juga terkait dengan tata letak Gunung Penanggungan yang unik," ungkapnya.
Mengutip isi Kitab Tantu Panggelaran Saka 1557 atau 1635 Masehi, lanjut Ikfina, konon dinyatakan bahwa para dewa sepakat untuk menyetujui bahwa manusia dapat berkembang di Pulau Jawa, namun pulau itu tidak stabil dan selalu berguncang diterpa ombak lautan.
"Lalu untuk menstabilkan kondisi Pulau Jawa, para dewa memindahkan Gunung Mahameru dari Jambhudwipa ke Jawadwipa. Dalam perjalanan kepindahan tersebut, sebagian Mahameru ada yang rontok berjatuhan, maka menjelmalah gunung-gemunung yang ada di pulau Jawa dari barat ke timur. bagian terbesarnya jatuh menjelma menjadi Gunung Semeru, sedang puncak Mahameru dihempaskan oleh para dewa menjadi pawitra yang sekarang disebut Gunung Penanggungan," jelasnya.
Oleh karena itu, Ikfina menambahkan, Pawitra menjadi gunung yang keramat dalam pemikiran Jawa masa Hindu-buddha, karena puncak Mahameru yang dipindahkan ke Jawa. Begitu ujar Ikfina dalam pembukaan sambutannya.
Berkaitan dengan peringatan HUT Republik Indonesia ke-77 yang akan berlangsung 17 Agustus 2022 esok, Ikfina menjelaskan, upacara pengibaran bendera merah putih merupakan seremoni untuk mengenang jasa perjuangan para pahlawan, sekaligus bertujuan menggugah semangat kebangsaan, yaitu semangat seluruh rakyat untuk mencintai dan membangun bangsa dan tanah airnya, Indonesia.
"Setiap menyaksikan semangat rakyat menyambut dan merayakan kemerdekaan Indonesia, hati saya selalu bergetar dan bangga. Saya menangkap nuansa kegembiraan dan kesukacitaan rakyat dalam kegiatan lomba yang dihelat, even seni budaya yang digelar, maupun kreasi lingkungan yang makin apik dan semarak. Gotong royong tampak jelas ditunjukkan pada saat mereka mengecat gapura dan jalan, memasang bendera merah putih, lampu penjor, umbul-umbul dan lain-lain," ungkapnya.
Ikfina pun mengajak peserta yang turut dalam tim pengibaran bendera merah putih di puncak penanggungan untuk meneladani nilai-nilai kejuangan para pahlawan dalam kehidupan nyata. "Praktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti selalu berpikir positif, jujur dalam ucapan, teguh dalam pendirian, disiplin, menjalankan tugas, punya unggah-ungguh dalam pergaulan, toleran dalam bermasyarakat, tepo seliro dan selalu semangat untuk bergotong royong, serta bangga dan cinta atas karya anak bangsa sendiri," pesannya.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini mengatakan, kegiatan pengibaran bendera dipuncak Gunung Penanggungan merupakan perwujudan dan representasi kecintaan kita terhadap alam semesta sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, selain itu kegiatan tersebut mencerminkan rasa syukur kita akan kemerdekaan Republik Indonesia yang telah diperjuangkan dengan mengorbankan jiwa raga dan nyawa para pejuang.
“Oleh karena itu saya berharap kedepan kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutin tiap tahun untuk dilaksanakan dan bisa menjadi bagian dari kegiatan dalam kalender pariwisata Mojokerto demi meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan bagi masyarakat disekitar Gunung Penanggungan khususnya dan masyarakat Mojokerto pada umumnya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pengibaran bendera merah putih di puncak Gunung Penanggungan ini merupakan kegiatan yang diinisasi gabungan organisasi relawan di Kabupaten Mojokerto dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mojokerto dan berbagai pihak lainnya. (Ang;Foto:Tyb/Ar).