Bupati Mojokerto Dorong Sertifikasi Desain Grafis Jadi Bekal Kerja dan Peluang Usaha Kreatif

Diskominfo Kabupaten Mojokerto – Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang desain grafis agar mampu memanfaatkan peluang kerja, mengembangkan usaha kreatif, sekaligus mendukung pemasaran produk lokal di tengah perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Gus Barra saat membuka kegiatan Sertifikasi Kompetensi Desain Grafis di Sunrise Hotel, Mojokerto, Senin (26/10) siang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Oktober 2026, tersebut diikuti puluhan peserta.
Menurut Gus Barra, perkembangan teknologi digital telah meningkatkan kebutuhan tenaga desain grafis di berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, pemasaran, hingga promosi pariwisata. Keterampilan desain menjadi penting untuk mengolah gagasan menjadi karya visual yang menarik, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Seorang desainer grafis perlu menguasai perangkat desain, memahami kebutuhan pengguna, serta mampu menghasilkan karya yang sesuai dengan tujuan komunikasi. Keterampilan ini dapat menjadi bekal untuk bekerja di perusahaan, menerima proyek secara mandiri, membuka jasa desain, maupun mengembangkan usaha di bidang kreatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Mojokerto memiliki beragam potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan melalui dukungan desain grafis. Produk UMKM, seperti kuliner, kerajinan, dan batik khas Mojokerto, membutuhkan desain kemasan, identitas merek, katalog, serta materi promosi yang menarik agar semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Produk UMKM membutuhkan desain kemasan dan identitas merek yang baik. Potensi kebudayaan dan pariwisata daerah juga perlu didukung dengan penyajian informasi dan promosi yang menarik melalui media digital. Ini merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para tenaga desain grafis untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh penghasilan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan sertifikasi ini, Gus Barra berharap peserta dapat mengukur dan membuktikan kompetensinya berdasarkan standar profesi. Dengan demikian, mereka memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan mengoperasikan perangkat desain perlu diimbangi dengan ketelitian, kedisiplinan, kemampuan memahami arahan, serta tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.
“Ikuti seluruh tahapan sertifikasi dengan sungguh-sungguh dan tunjukkan kemampuan terbaik. Kreativitas perlu disertai kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan baik, memenuhi kesepakatan, dan menjaga kualitas hasil desain,” pesannya.
Lebih lanjut, Gus Barra mendorong peserta untuk terus mengasah keterampilan, mengikuti perkembangan teknologi, serta memahami kebutuhan pasar. Menurutnya, kemampuan teknis harus dibarengi dengan profesionalisme agar dapat membangun kepercayaan pelanggan dan membuka peluang kerja yang berkelanjutan.
“Mulai dengan pekerjaan yang dapat Saudara tangani, susun portofolio dari hasil karya terbaik, jaga komunikasi dengan pelanggan, dan terus perbaiki kualitas pekerjaan. Kepercayaan akan tumbuh apabila Saudara mampu menunjukkan hasil yang baik, bekerja secara profesional, serta memenuhi tanggung jawab yang diberikan,” tuturnya.
Ia menambahkan, peluang kerja di bidang desain grafis dapat dimulai dari lingkungan sekitar, seperti membantu promosi UMKM, memperkuat identitas visual produk lokal, hingga mendukung publikasi kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Mojokerto.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto, lanjutnya, terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar semakin kompeten, produktif, dan mampu menciptakan peluang ekonomi. Karena itu, keterampilan yang diperoleh melalui sertifikasi diharapkan tidak berhenti pada pengakuan kompetensi, tetapi juga diterapkan dalam pekerjaan dan kegiatan usaha.
“Saya ingin para peserta mampu menjadikan kompetensi desain grafis sebagai bekal untuk memperoleh pekerjaan, membangun usaha, meningkatkan pendapatan, dan ikut mengembangkan potensi ekonomi daerah. Dengan keterampilan yang baik dan kemauan untuk terus berkembang, Saudara dapat menjadi bagian dari pertumbuhan industri kreatif di Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Mojokerto berharap para peserta semakin siap memanfaatkan peluang di industri kreatif, baik sebagai tenaga profesional maupun pelaku usaha mandiri. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan turut memperkuat daya saing UMKM serta mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah. (Dhn)
