Bupati Mojokerto Apresiasi Kontribusi Industri Tembakau dan Tekankan Pemanfaatan DBHCHT untuk Masyarakat

Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pelaku industri hasil tembakau yang beroperasi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, sektor industri tembakau dinilai memiliki peran mendasar dalam mendongkrak perekonomian daerah sekaligus memberikan kontribusi besar bagi penerimaan keuangan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gus Bupati, sapaan Muhammad Albarraa, saat membuka kegiatan Pendampingan Pelaporan Data Produksi Industri Hasil Tembakau Melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) DBHCHT, di Arayanna Hotel Trawas pada Rabu (21/10) siang. Selain apresiasi, dalam arahannya Gus Bupati menyoroti besarnya kontribusi Kabupaten Mojokerto terhadap pendapatan negara yang mencapai Rp2,6 triliun dari sektor cukai hasil tembakau tahun ini. Angka tersebut diproyeksikan akan melonjak hingga Rp2,7 triliun pada tahun 2027 mendatang.
"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para perusahaan industri tembakau yang ada di Kabupaten Mojokerto karena telah menggerakkan perekonomian daerah dan kemudian juga memberikan sumbangsih menggerakkan perekonomian nasional per tahun kita, dari cukai rokok saja tahu ini kita menyumbang 2,6 triliun yang insyaallah di tahun 2027 akan meningkat menjadi 2,7 triliun," ucapnya.
Atas kontribusi yang signifikan tersebut, Pemkab Mojokerto berharap adanya penyesuaian alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang optimal dan menguntungkan bagi daerah. Gus Bupati turut menegaskan bahwa perolehan dana bagi hasil tersebut pada hakikatnya tidak ditujukan untuk kepentingan pemerintah daerah, melainkan dikembalikan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto.
"Kabupaten Mojokerto dari sektor perekonomian memberikan dampak (positif) baik itu di daerah maupun di pusat. Oleh karena itu kita berharap ada dana bagi hasil yang menguntungkan untuk daerah. Ini semua bukan untuk pemerintah (daerah) tapi disalurkan untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto,"
Lebih lanjut, dampak positif pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto turut tercermin pada indikator makro pembangunan. Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Gus Bupati menyebut bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Mojokerto mencatatkan tren penurunan yang konsisten secara bertahap dari tahun ke tahun. Senada dengan itu, angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto juga terus mengalami penurunan berkesinambungan.
"Alhamdulillah kemarin BPS menyampaikan kepada kami angka TPT tingkat pengangguran terbukanya setiap tahun kita turun. Tahun kemarin turun, tahun ini sudah turun, terus angka kemiskinan juga turun. Tahun lalu yang paling drastis turunnya itu 1% angka kemiskinan, sekarang ini 0 (nol) sekian persen, turun terus angka kemiskinan kita," imbuh Gus Bupati.
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto itu lantas ditutup dengan penyerahan piagam apresiasi Pemkab Mojokerto oleh Gus Bupati kepada para pengusaha industri tembakau. Tampak pula penyerahan dokumen merek dagang kepada para pelaku UMKM oleh Gus Bupati selepasnya. (Bad)
