Apel Peringatan Hari Keluarga Nasional yang ke-33, Bupati Mojokerto Sampaikan Amanat Menteri BKKBN RI

Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke-33, Pemkab Mojokerto menggelar apel peringatan yang dilaksanakan pada Senin (29/6) pagi, di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Pada apel tersebut Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, menyampaikan amanat khusus Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia.
Salah satu pesan penting Menteri BKKBN RI adalah tentang perbaikan kualitas SDM Indonesia yang mustahil terwujud apabila beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak Ibu. Maka dari itu, seluruh Ayah di Indonesia diminta ikut hadir membersamai momen tumbuh kembang anak. Karena kehadiran fisik dan kedekatan emosional Ayah, merupakan penentu kestabilan struktur kepribadian anak.
"Jangan biarkan fenomena fatherless country. Ayah hadir secara fisik, tapi absen secara psikologis. Kekosongan itu akhirnya digantikan gawai. Padahal tidak semua algoritma digital isinya positif. Tolong seluruh Ayah, letakkan gawai Anda di rumah, peluk anak, ajak dialog, batasi waktu layar (screen time) untuk hal-hal yang produktif," kutip bupati.
Bupati menambahkan, transformasi kualitas SDM tidak boleh ditunda. Hal tersebut tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan dari dalam rahim Ibu dan pengasuhan keluarga. Sehingga dari situ, terdapat tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus diingat.
Pertama, pilar kesehatan dalam hal ini menuntaskan stunting. Anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi di 1000 hari pertama kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga.
Kedua, pendidikan karakter. Rumah harus sebagai madrasah abad 21. Karena dari rumahlah, integritas, kejujuran, dan kedisiplinan ditanamkan untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif.
Ketiga, ketahanan mental. Keluarga harus bisa menjadi pelabuhan emosional yang stabil di tengah era penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah.
Dari tiga hal di atas, bupati meringkas bahwa kelalaian pengasuhan dan absennya figur orang tua, yang bisa berdampak langsung pada meledaknya patologi sosial. Tawuran antarpelajar, perundungan, pergaulan bebas, hingga narkoba merupakan alarm darurat bahwa fungsi keluarga sedang malafungsi.
"Tolong seluruh orang tua, tangkal semua ancaman tersebut mulai dari dalam rumah. Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Jadikan rumah sebagai tempat paling aman dan dirindukan. Sebab keluarga adalah hulu dari segala kebijakan publik, serta penentu arah pembangunan nasional," tandas bupati.
Turut hadir dalam apel Harganas kali ini Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian, Sekdakab Teguh Gunarko beserta jajaran dan, para kepala perangkat daerah, serta segenap Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) se-Kabupaten Mojokerto. (Bad)


