Sejak Awal September, BPBD Kabupaten Mojokerto Tangani Delapan Kasus Kebakaran

Musim kemarau pada September kali ini memicu terjadinya kasus kebakaran. Terhitung sejak awal September 2019 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto sudah menangani sedikitnya delapan kasus kebakaran.

Tujuh kasus kebakaran tersebut mulai dari kebakaran rumah, lahan hingga kebakaran hutan baik di wilayah Perhutani dan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Hal itu dijelaskan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Mochammad Zaini, Kamis, (12/9/2019).

“Bulan September ini, kasus kebakaran mulai ada sejak tanggal 6 lalu. Itu kebakaran rumah di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik menghanguskan rumah Karnoto dan Saban,” ujarnya.

Pada 9 September lalu, kasus kebakaran kembali terjadi, kali ini amukan si jago merah menghanguskan 8,5 hektare lahan Perhutani di Desa Gumeng dan Jatidukuh, Kecamatan Gondang. “Hari itu juga api berhasil dipadamkan oleh tim, namun yang di wilayah Tahura R. Soerjo masih terkendala medan yang tidak bisa dilalui manusia,” terangnya.

10 September, kasus kebakaran kembali terjadi. Kebakaran hutan di wilayah Tahura R. Soerjo yang berada di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet membuat sejumlah tanaman cemara gunung dan pakis-pakisan hangus terbakar. Di hari yang sama, lahan Perhutani seluas tiga hektare di Desa Kupang, Kecamatan Jetis juga terbakar.

“Selain itu, di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar juga terjadi karena ulah warga yang kurang berhati-hati saat membakar sampah. Angin bertiup kencang sehingga api merebet ke lahan gambut milik salah satu perumahan, luasnya sekitar 500 meter persegi,” bebernya.

Kejadian kebakaran akibat keteledoran warga yang membakar sampah juga terjadi pada (10/9/2019) lalu di Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging. Api dari pembakaran sampah merembet ke area pabrik PT Multi Makmur. “Beruntung tidak mengakibatkan pabrik terbakar,” imbuhnya. 

Zaini mengimbau, masyarakat diharapkan mampu mengurangi aktifitas pembakaran sampah di dekat lahan yang mudah terbakar. Tidak hanya itu, karena di kawasan Dawarblandong ada lahan milik Perhutani yang berada di tepi jalan raya, Zaini meinta masyarakat tidak membuang punting rokok sembarangan. (Khl/Ar)