Polres Mojokerto Sosialisasikan Inovasi MESRA

Diskominfo Kabupaten Mojokerto – Polres Mojokerto telah meluncurkan inovasi Mojokerto Sehat dan Tertib Ramadhan atau yang disinkat MESRA pada 12 April 2021. Lanjutan dari launching inovasi tersebut, Polres Mojokerto kini menyosialisasikan inovasi MESRA kepada seluruh camat, Kapolsek, serta Danramil di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Sosialisasi inovasi MESRA yang berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, Rabu (14/04) kali ini dihadiri oleh seluruh camat di wilayah Kabupaten Mojokerto serta Kapolsek dan Danramil di wilayah hukum Polres Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, program MESRA ini diharapkan mampu dilaksanakan bersama oleh tiga pilar, yakni Pemerintah Daerah, Polisi serta TNI di tengah masyarakat Kabupaten Mojokerto.

“Terkait dengan program MESRA, agar nantinya bisa kita jabarkan dan kita laksanakan bersama-sama di tengah-tengah masyarakat. Ini adalah salah satunya juga bentuk Polri menuju presisi dalam rangka untuk lebih mengedepankan empati building kita,” ungkap AKBP Dony.

Tak hanya menggandeng tiga pilar, AKBP Dony menambahkan, pelaksanaan program MESRA ini juga termasuk menggandeng relawan yang diharapkan mampu mengikuti pengawasan pelaksanaan program tersebut.

“Di dalam program MESRA, kami mengedepankan tiga pilar yag di dalamnya sudah termasuk relawan yang mana bisa mengikuti pengawasan dalam rangka inovasi program MESRA ini,” tuturnya.

Sementara itu, paparan secara rinci terkait pelaksanaan program MESRA ini disampaikan oleh Waka Polres Mojokerto, Kompol David Triyoprasojo. Menurutnya, program MESRA ini bakal dilakukan guna menciptakan Kamtibmas yang kondusif serta penguatan hubungan kepolsian selama masa pandemi Covid-19.

“Progam MESRA dilaksanakan berdasarkan pada aspek pemantapan kinerja untuk menciptakan Kamtibmas yang kondusif dan penguatan hubungan kepolisian selama masa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Kompol David, pola-pola represif bakal diubah dengan penerapan imbauan maupun memberikan sanksi selama masa pandemi Covid-19 akan diterapkan secara persuasif.

“Pola-pola represif yang selama ini diterapkan kepada masyarakat akan diubah dan penerapan himbauan maupun sanksi selama masa pandemi Covid-19 akan lebih dijalankan secara persuasif,” terangnya.

Program MESRA sendiri bakal berlangsung selama 38 hari, dengan rincian 24 hari selama Rmadhan serta 14 hari yakni H-7 Idul Fitri dan H+7 Idul Fitri. (Kh;fotoLWinl/Ar)