Pasien Positif Covid-19 di Mojokerto Kembali Bertambah

Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto kembali merilis adanya tambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto menjelaskan, tambahan kali ini berasal dari Kecamatan Puri, Kecamatan Kutorejo dan Kecamatan Kemlagi.

“Benar, per 19 Mei 2020 ini ada tambahan tiga pasien positif Covid-19. Masing-masing dari Kecamatan Kemlagi, Puri dan Kecamatan Kutorejo,” ungkap Ardi, Selasa (19/5) malam.

Ardi menjelaskan, untuk pasien dari Kecamatan Puri, merupakan pasien perempuan yang sudah meninggal dunia pada 8 Mei lalu. “Seorang perempuan berusia 66 tahun, inisial R warga asal Desa Brayung, Kecamatan Puri,” tuturnya.

Pasien R, mulanya mengeluh sesak nafas pada 8 Mei malam. Kemudian pasien langsung dibawa menuju RS Dian Husada. “Pasien sebelumnya memang sudah mempunyai riwayat penyakit paru-paru sejak empat tahun lalu,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, mengingat gejala yang ditunjukkan mirip dengan gelaja Covid-19, pasien R kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. “Malam itu juga pasien dirujuk ke RSUD Kota Mojokerto, dan malam itu juga pasien meninggal dunia kemudian dimakamkan di TPU Desa Brayung,” kata Ardi.

Hasil uji swab pasien asal Desa Brayung, Kecamatan Puri ini baru keluar pada Selasa, 19 Mei 2020. “Hasil uji swabnya baru keluar hari ini, pasien dinyatakan positif Covid-19,” tukasnya.

Sementara itu, pasien selanjutnya adalah pasien laki-laki berinisial E, warga asal Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Pasien ini merupakan karyawan SPBU di kawasan Gubeng, Surabaya.

“Pasien ini sudah sempat masuk RSAL Surabaya pada 24 April lalu, kemudian keluar pada 15 Mei kemarin. Ini karena pasien telah mendapat informasi dari RS Husada Utama Surabya jika hasil rapid testnya reaktif. Kemudian pihak perusahaan SPBU meminta untuk diambil sample untuk uji swab,” bebernya.

Setelah keluar dari RSAL Surabaya pada 15 Mei kemarin, pasien ini kemudian pulang ke rumahnya yang berada di Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. “Memang pasien ini memiliki riwayat sakit sesak nafas kurang lebih sudah selama satu tahun terakhir ini. Hasil uji swabnya positif, itu juga baru keluar 19 Mei ini,” terangnya.

Tambahan satu pasien lagi berasal dari Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Ardi mejelaskan, pasien laki-laki berinisial S ini hasil swabnya juga baru keluar pada 19 Mei ini. “Untuk kronologi bagaimana pasien ini tertular Covid-19 hingga saat ini masih didalami tim Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. (Khl/Ar).