FKUB Minta Pemkab Mojokerto Tambah Fasum Ibadah Lintas Agama di Lokasi Wisata

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Mojokerto memperhatikan fasilitas umum (Fasum) ibadah di lokasi wisata. Hal itu mengingat tempat ibadah di beberapa lokasi wisata di Kabupaten Mojokerto tampak kurang terawat.

 

Harapan tersebut disampaikan para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Kabupaten Mojokerto kepada Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Pungkasiadi dalam acara rapat koordinasi FKUB di Susteran Darmaningsih, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa (29/10/2019).

 

Saran tersebut awalnya disampaikan oleh tokoh agama Islam dari Kecamatan Pacet, pihaknya menilai tempat ibadah yang berada di lokasi Wisata Air Panas Pacet tampak kotor dan kurang terawat. Menyambung usulan tersebut, tokoh lintas agama juga berharap di lokasi wisata disediakan tempat ibadah untuk agama selain muslim.

 

Para tokoh lintas agama berharap, Pemkab Mojokerto juga menyediakan tempat ibadah bagi pemeluk agama Hindu, Buddha dan Kristen di lokasi wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto. Dengan adanya hal tersebut, para wisatawan bisa lebih tenang karena di lokasi wisata telah disediakan tempat beribadah sesuai agama masing-masing.

 

Menanggapi hal tersebut, Pungkasiadi akan melakukan koordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kompetensi dalam hal tersebut. “Kami nanti akan komunikasikan, ini saran yang baik,” ungkapnya.

 

Pungkasiadi berharap, jika memang kedepannya nanti sudah diberikan fasilitas tempat beribadah di lokasi wisata, para tokoh agama juga berperan untuk menjaga fasilitas tersebut. “Jangan sampai nanti setelah kita realisasikan malah tidak kita jaga, mari bersama-sama kita jaga,” imbuhnya.

 

Selain membahas tentang fasum ibadah di lokasi wisata, rakor yang dihadiri perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut juga menyinggung perkara paham radikal dan terorisme. Salah satu atensi tersebut juga kembali dibahas agar para tokoh lintas agama mampu membentengi diri agar tidak terseret dalam paham radikal.

 

“Peran penting tokoh agama, tentunya kita harus bersama-sama menjaga diri agar tidak sampai terseret masuk dalam ajaran-ajaran yang dianggap sebagai paham radikal. Ini Polri dan TNI tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan tokoh agama,” pungkasnya. (Khl/Ar).