Dongkrak Perekonomian Masyarakat, Disperpusip Kabupaten Mojokerto Gelar Workshop Suminagashi

Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Mojokerto menggelar workshop membatik dengan teknik Suminagashi. Hal ini dilakukan dengan harapan sebagai upaya mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Mojokerto. 

Workshop praktik membatik menggunakan teknik Suminagashi ini berlangsung di kantor Disperpusip Kabupaten Mojokerto yang berada di Jalan Raya Jabon Nomor 190, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/11). Acara tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan workshop ini terbagi dalam dua tahapan, yakni tahap pemberian materi dan tahap praktik yang dilakukan oleh masing-masing peserta. "Sebelum praktik, kita berikan materi terlebih dahulu kepada para peserta," ucap Gatot Sukiwaluyo, Ketua Divisi Kerjasama dan Promosi Disperpusip Kabupaten Mojokerto. 

Adanya workshop ini, lanjut Gatot, disambut dengan respon yang cukup baik oleh masyarakat. Hal itu terbukti melalui jumlah peminatnya seringkali melebihi kapasitas yang disediakan oleh Disperpusip Kabupaten Mojokerto pada setiap sesinya. 

"Pendaftarnya lebih dari 20, bahkan sering antre. Tapi kita membuka beberapa sesi, sehingga bagi yang tidak lolos, kami sarankan untuk daftar lagi pada sesi berikutnya," ungkapnya. 

Gatot menambahkan, bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri untuk mengikutk workshop-workshop yang diadakan Disperpusip Kabupaten Mojokerto, dapat memantau update jadwal di akun media sosial resmi Disperpusip Kabupaten Mojokerto. Yakni melalui, facebook Perpustakaan Umum (Kabupaten Mojokerto), dan instagram @disperkakabmojokerto. 

"Bagi masyarakat yang berminat mengikuti workshop dan kegiatan-kegiatan yang kami adakan, bisa langsung melihat akun media sosial kami," tukasnya.

Sementara itu, Sujianto, staf Disperpusip Kabupaten Mojokerti menjelaskan, workshop ini adalah bentuk implementasi dari program Perpustakaan Literasi Berbasis Inklusi Sosial. Program ini tercipta dengan harapan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. 

"literasi berbasis inklusi sosial ini diterapkan melalui workshop. Diharapkan, kegiatan ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dan juga sebagai pengaplikasian apa yang ada di buku-buku disini, untuk dipraktikan secara fisik," harapnya. (Zam/Ar).