BIN Jatim Gelar Vaksinasi Pelajar Mojokerto

Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Kalangan pelajar di Kabupaten Mojokerto mendapat jatah vaksinasi Covid-19 dari Badan Intelijen Negara (BIN) Jawa Timur. Vaksinasi ini digelar serentak se-Jatim yang ditinjau secara virtual oleh Joko Widodo, Kamis (23/9). 

Kepala BIN Jawa Timur Marsekal Pertama TNI Rudy Iskandar mengatakan vaksinasi yang dipusatkan di SMK PGRI I Sooko dengan target 1.500 dosis vaksin. Selain itu, beberapa sekolah lain di Kabupaten Mojokerto juga mendapatkan jatah vaksin.

“Kita memilih SMK PGRI Sooko ini untuk melaksanakan vaksinasi dan konferensi virtual dengan Presiden Jokowi. Selain di sini, ada juga di SMK Raden Patah Mojosari dan secara door to door. Total vaksin yang diberikan sebanyak 7.500,” katanya.

Lanjut Rudy, sasaran vaksinasi yang dilaksanakan BIN memang ditekankan bagi remaja atau pelajar yang berusia 12-17 tahun di sekolah-sekolah atau pondok pesantren.  Sasaran ini, lanjutnya, sekaligus mendukung program pemerintah untuk mempercepat pembelajaran tatap muka.

“Kita tahu pelajar sudah kangen dengan pembelajaran tatap muka, ini juga sebagai program pemerintah agar segera melaksanakan pembelajaran tatap muka walaupun terbatas,” ujarnya.

Masih Rudy, Kegiatan dari BIN dilakukan tiga kali dalam sepekan di berbagai kota/kabupaten se-Jatim. Untuk stok vaksin yang dibagikan BIN berasal dari pemerintah provinsi dan beberapa pemerintah kabupaten.

“Serbuan vaksin dari BIN ini khususnya untuk kota/kabupaten yang berada di PPKM level 3,” tuturnya.

Terpisah, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan Kabupaten Mojokerto sampai saat ini masih berstatus PPKM Level 3. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Nomor 42 Tahun 2021, daerah yang ditetapkan pada level 2 harus memenuhi beberapa kriteria antara lain capaian vaksinasi dosis pertama mencapai minimal 50 persen dan 40 persen untuk lansia.

“Sementara ini Kabupaten Mojokerto vaksinasi dosis pertama untuk umum masih 30 persen, sedangkan lansia 13 persen. Nanti akan kita bentuk tim khusus untuk melaksanakan vaksinasi bagi lansia, karena faktor usia dan komorbidnya,” jelasnya. (Dhan;foto:Khl/Ar).